Welcome To My Blog

Selamat datang di blog saya, silahkan membaca dan melihat-lihat, dan semoga bermanfaat

Business

Klik disini untuk menuju ke kolom bisnis

Motivation

Klik disini untuk menuju ke kolom motivasi

Tips n Trick

Anda juga bisa mendapatkan tips dan trik menarik disini

Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Oktober 2013

Pesan Moral yang ada di Film Top Secret a.k.a Top Billionaire (Tao Kae Noi)

1.      Harus ulet dan bekerja keras :  Seperti Top yang selalu bekerja keras dalam setiap usahanya, dia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha bangkit apabila mengalami kegagalan.

2.      Berani : Top selalu berani menghadapi masalah-masalah yang timbul, dan menyelesaikannya.

3.      Ide bisa muncul dari mana saja : Seperti Top yang selalu membuat peluang yang ada menjadi bisnis, seorang pebisnis handal harus mampu memanfaatkan peluang yang ada.

4.      Tidak gegabah dalam mengambil keputusan : untuk mengambil suatu keputusan bisnis kita tidak boleh gegabah dan cepat panik, kita harus memikirkan matang-matang keputusan yang telah kita buat.

5.      Berani mengambil resiko : Menjadi seorang pebisnis harus berani mengambil resiko-resiko yang ada dan juga memperkecil resiko itu supaya bisnis bisa tetap berjalan.

6.      Belajar dari kesalahan yang sudah ada : Seorang pebisnis harus belajar dari kesalahan yang sudah ada supaya tidak terjatuh ke dalam kesalahan yang sama.

7.      Cari ide bisnis yang lain yang berbeda : pebisnis harus selalu beriovasi dengan produk-produk yang baru dan menarik.

8.      Jatuh bangun dalam dunia bisnis itu hal yang biasa terjadi : Dalam perjalanan bisnis pasti ada jatuh bangun yang melelahkan, dan itu harus kita sikapi dengan positif seperti dalam Film ini.

9.      Berbisnis itu memerlukan pengorbanan : Jelas sekali bisnis itu memerlukan pengorbanan, seperti Top yang mengorbankan waktu kuliahnya untuk berbisnis, dan kita harus  pandai dalam mengatur waktu untuk berbisnis.

10.  Dalam berbisnis harus totalitas : Jika sudah terjun di dalam dunia bisnis kita harus totalitas dalam melakukannya, karena jika tidak serius maka bisnis yang dijalankan akan kurang maksimal.

Minggu, 20 Oktober 2013

Sinopsis Film Top Billionaire a.k.a Top Secret (Tao Kae Noi)

Haloo para pembaca, sudah lama saya tidak menulis disini, dan sekarang saya akan menulis tentang synopsis dari sebuah film yang berjudul Top Billionaire a.k.a Top Secret,
Top Ittipat adalah seorang pemuda Thailand, usianya baru 16 tahun duduk di bangku SMA dan dia sangat kecanduan bermain game online. Dia berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Pada awal pertama kali dia mengenal kegiatan bisnis/jual beli adalah pada saat dia sedang bermain game online, seseorang yang bernama Jack ingin membeli senjata kepada TOP. Awalnya TOP tidak ingin menjual senjatanya, namun setelah ditawari akan diberi uang sebesar 30 Bath, akhirnya TOP berani untuk menjualnya. Dari penjualan senjatanya itulah, dia semakin lama semakin meraup keuntungan yang cukup besar , dia terus melakukan kegiatan jual beli itu dan melakukan negosiasi harga, Top mendapatkan uang dari menjual item senjata-senjata miliknya di game online. Dengan bisnisnya ini dia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah). Teman-temannya sangat kagum dan heran kepada Top karena dia bisa mempunyai mobil, orang tuanya saja yang tidak setuju dengan hal itu.
Para pembeli senjata adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli. Top sangat terpukul karena tidak bisa berbisnis lagi di game online, namun dia sudah memiliki mobil yang ia dapat dari jerih parahnya, dan dengan mobil itulah dia pakai untuk mulai berbisnis dia tidak kehabisan ide, dari sisa uang yang ia punya dari game online, Top berniat berjualan DVD Player dan dia membeli 50 unit DVD player, pada saat di toko DVD itu lancar-lancar saja tetapi pada saat sudah dibawa pulang DVD itu rusak dan ternyata memang benar DVD itu bajakan semua, Top membawa kembali semua DVD itu ke toko namun barang tidak bisa dikembalikan dan Top merugi atas kejadian itu.
Disaat yang bersamaan orang tua Top mengalami kebangkrutan dan tidak mempunyai biaya untuk membiayai kuliah Top, Top juga tidak berhasil lolos tes di perguruan tinggi negeri dan dia harus masuk Universitas Swasta. Pada saat kuliah Top tetap memiliki keinginan bisnis yang kuat, dia membuat bisnis baru yaitu kacang goreng (chesnut). Diawali dengan mencari cara bagaimana strategi berjualan yang baik supaya bisa laris kepada para penjual kacang lainnya yang telah sukses sampai lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan resep terbaik bagi produk kacangnya sehingga memiliki cita rasa yang khas dan unik. Setelah Top menemukan resep yang pas untuk kacangnya dia membuka kedai di mall, pada awalnya tempat berjualan kacangnya tidak strategis tetapi akhirnya Top mengganti tempat berjualannya di depan mall dan itu merupakan tempat yang strategis untuk berjualan, Namun berwirausaha memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secara besar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedainya. Dititik ini Top hampir putus asa karena tidak boleh berjualan lagi di mall karena pelanggannnya sudah mulai banyak.
Pada saat yang bersamaan orang tua Top memutuskan untuk pergi ke China, pada awalnya Top juga akan pergi dengan kedua orang tuanya akan tetapi Top tetap memiliki semangat dan rasa percaya diri untuk membuat kembali bisnis yang baru, Sampai pada suatu ketika Top sedang berjalan-jalan dengan pacarnya dan dia memberi Top rumput laut goreng, tanpa disadari hal itu memberikan Top sebuah ide untuk berbisbis menjual rumput laut goreng juga. Namun akhir kisah cinta Top tidak begitu bagus karena ditinggal pacarnya, Top lebih mementingkan bisnis dan usahanya daripada nasihat kekasihnya.

Top pun memulai usaha kerasnya dengan mencari bahan rumput laut lalu belajar rahasia menggoreng rumput lautnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelajaran ini mencapai lebih dari 100 ribu Baht, Belum lagi Top juga harus mempelajari cara untuk mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi jika disimpan untuk beberapa hari lamanya. dari sekian ratus percobaan yang dilakukan pamannya sama sekali belum berhasil, sampai suatu saat pamannya jatuh sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Top sangat terpukul dan dia mencoba menggoreng sendiri rumput laut yang tersisa, ternyata hanya ada satu yang tersisa dan itu sudah terkena air hujan semalaman. Ternyata dari rumput laut yang terakhir itu Top berhasil menemukan cara menggoreng rumput laut yang enak. Dalam tekanan yang begitu hebat Top berusaha mencari tahu tentang strategi penjualan dan inspirasi pun datang kembali untuk menjual produknya di mini market 7-Eleven dan menggunakan strategi pemasaran hutan rimba.

Setelah itu Top pergi ke kantor 7-Eleven dan Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan. Keputusasaan melanda dirinya. Top hampir-hampir memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya terakhirnya kali ini tidak sia-sia. Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi.

Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.



Haloo para pembaca, sudah lama saya tidak menulis disini, dan sekarang saya akan menulis tentang synopsis dari sebuah film yang berjudul Top Billionaire a.k.a Top Secret,
Top Ittipat adalah seorang pemuda Thailand, usianya baru 16 tahun duduk di bangku SMA dan dia sangat kecanduan bermain game online. Dia berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Pada awal pertama kali dia mengenal kegiatan bisnis/jual beli adalah pada saat dia sedang bermain game online, seseorang yang bernama Jack ingin membeli senjata kepada TOP. Awalnya TOP tidak ingin menjual senjatanya, namun setelah ditawari akan diberi uang sebesar 30 Bath, akhirnya TOP berani untuk menjualnya. Dari penjualan senjatanya itulah, dia semakin lama semakin meraup keuntungan yang cukup besar , dia terus melakukan kegiatan jual beli itu dan melakukan negosiasi harga, Top mendapatkan uang dari menjual item senjata-senjata miliknya di game online. Dengan bisnisnya ini dia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah). Teman-temannya sangat kagum dan heran kepada Top karena dia bisa mempunyai mobil, orang tuanya saja yang tidak setuju dengan hal itu.
Para pembeli senjata adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli. Top sangat terpukul karena tidak bisa berbisnis lagi di game online, namun dia sudah memiliki mobil yang ia dapat dari jerih parahnya, dan dengan mobil itulah dia pakai untuk mulai berbisnis dia tidak kehabisan ide, dari sisa uang yang ia punya dari game online, Top berniat berjualan DVD Player dan dia membeli 50 unit DVD player, pada saat di toko DVD itu lancar-lancar saja tetapi pada saat sudah dibawa pulang DVD itu rusak dan ternyata memang benar DVD itu bajakan semua, Top membawa kembali semua DVD itu ke toko namun barang tidak bisa dikembalikan dan Top merugi atas kejadian itu.
Disaat yang bersamaan orang tua Top mengalami kebangkrutan dan tidak mempunyai biaya untuk membiayai kuliah Top, Top juga tidak berhasil lolos tes di perguruan tinggi negeri dan dia harus masuk Universitas Swasta. Pada saat kuliah Top tetap memiliki keinginan bisnis yang kuat, dia membuat bisnis baru yaitu kacang goreng (chesnut). Diawali dengan mencari cara bagaimana strategi berjualan yang baik supaya bisa laris kepada para penjual kacang lainnya yang telah sukses sampai lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan resep terbaik bagi produk kacangnya sehingga memiliki cita rasa yang khas dan unik. Setelah Top menemukan resep yang pas untuk kacangnya dia membuka kedai di mall, pada awalnya tempat berjualan kacangnya tidak strategis tetapi akhirnya Top mengganti tempat berjualannya di depan mall dan itu merupakan tempat yang strategis untuk berjualan, Namun berwirausaha memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secara besar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedainya. Dititik ini Top hampir putus asa karena tidak boleh berjualan lagi di mall karena pelanggannnya sudah mulai banyak.
Pada saat yang bersamaan orang tua Top memutuskan untuk pergi ke China, pada awalnya Top juga akan pergi dengan kedua orang tuanya akan tetapi Top tetap memiliki semangat dan rasa percaya diri untuk membuat kembali bisnis yang baru, Sampai pada suatu ketika Top sedang berjalan-jalan dengan pacarnya dan dia memberi Top rumput laut goreng, tanpa disadari hal itu memberikan Top sebuah ide untuk berbisbis menjual rumput laut goreng juga. Namun akhir kisah cinta Top tidak begitu bagus karena ditinggal pacarnya, Top lebih mementingkan bisnis dan usahanya daripada nasihat kekasihnya.
Top pun memulai usaha kerasnya dengan mencari bahan rumput laut lalu belajar rahasia menggoreng rumput lautnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelajaran ini mencapai lebih dari 100 ribu Baht, Belum lagi Top juga harus mempelajari cara untuk mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi jika disimpan untuk beberapa hari lamanya. dari sekian ratus percobaan yang dilakukan pamannya sama sekali belum berhasil, sampai suatu saat pamannya jatuh sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Top sangat terpukul dan dia mencoba menggoreng sendiri rumput laut yang tersisa, ternyata hanya ada satu yang tersisa dan itu sudah terkena air hujan semalaman. Ternyata dari rumput laut yang terakhir itu Top berhasil menemukan cara menggoreng rumput laut yang enak. Dalam tekanan yang begitu hebat Top berusaha mencari tahu tentang strategi penjualan dan inspirasi pun datang kembali untuk menjual produknya di mini market 7-Eleven dan menggunakan strategi pemasaran hutan rimba.

Setelah itu Top pergi ke kantor 7-Eleven dan Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan. Keputusasaan melanda dirinya. Top hampir-hampir memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya terakhirnya kali ini tidak sia-sia. Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi.

Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.


Perjuangan Top, segala kegagalan, getir dan pahit serta rasa duka dalam membangun sebuah bisnis kini mengantar Top pada sebuah kesuksesan. Sekarang ini di Thailand siapa yang tak mengenal akan Tao Kae Noi produk cemilan rumput laut terlaris di Thailand bahkan telah masuk juga ke berbagai Negara tetangga termasuk Indonesia. Dengan penghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2.000 staf maka Top Ittipat yang bernama lengkap Top Aitthipat Kulapongvanich ini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai "A young billionaire from Thailand".

Rabu, 13 Maret 2013

Bekerjalah Dengan Cinta

Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjepit rambut. Namun raut wajah bulat telur itu seakan tak pernah sekalipun terlihat cemberut. Ia selalu tampak riang, sehingga menyembunyikan parasnya yang jelas telah digurati keriput.

Wanita itu memang tidak terlalu rentan, tetapi kekuatan dan kegesitan di masa mudanya niscaya telah direnggut usia. Karenanya, percayakah bahkan dari dirinya pun akan ada sebuah pelajaran tentang makna cinta?
.....
Selalu…



Sabtu adalah hari yang ditunggu. Hari di mana nafas bisa dihela dengan panjang, dan sejenak mengistirahatkan raga dari rentetan kesibukan yang melelahkan. Saatnya pula untuk menikmati kebersamaan dengan seisi anggota keluarga. Sehingga, berbelanja di sebuah supermarket dekat rumah pun menjadi hiburan yang tak kalah meluahkan kebahagiaan.

Namun sepertinya tidak bagi wanita itu. Bagaikan tak mengenal hari libur, nyaris setiap waktu sosoknya selalu kutemui di sekitar kokusai kouryuu kaikan serta kampus.


Layaknya hari kerja, dikemasnya sampah-sampah yang berserakan serta dipisahkan antara yang terbakar dan tidak. Lantas ditaruhnya pada plastik yang berbeda warna. Sebentar kemudian diambilnya kain untuk mengelap kursi dan meja. Tak lupa, dengan vacuum cleaner dibersihkannya juga permukaan lantai. Setelah selesai ia segera beranjak ke toilet, lalu dengan mengenakan sarung tangan plastik dibersihkannya bekas kotoran manusia tersebut tanpa raut muka jijik.

Ia seperti tak peduli rasa lelah atau letih, walaupun terlihat pakaian seragam cleaning service biru mudanya telah basah bersimbah keringat. Tak juga kepenatan menyurutkan keramahannya untuk bertegur sapa dengan siapa saja saat bertemu muka.

Wanita itu entah siapa namanya. Hanya dengan panggilan obachan ia biasa disapa. Saat bersua denganku, juga selalu disempatkannya bertanya kabar. Bahkan ia pernah bercerita panjang lebar tentang anak-anak serta cucunya karena sering melihatku berjalan-jalan dengan keluarga. Beberapa kali pula saat usai kerja kulihat ia sedang berbelanja, masih lengkap dengan seragam biru mudanya. Lantas ditaruh barang-barang tersebut dikeranjang, dan perlahan dikayuhnya pedal sepeda tua untuk beranjak pulang.

Entahlah, rasanya tak ada perasaan iri dihatinya saat di hari libur ia ternyata harus bekerja, sementara aku justru berleha-leha. Ia bahkan tetap saja semangat bekerja dengan penuh suka cita. Begitu pula dengan obachan dan ojichan lain yang pernah kutemui, mereka selalu asyik menikmati pekerjaannya. Mencabut rumput liar di pekarangan kampus ketika musim panas, menyapu jalanan dari daun yang berserakan pada musim gugur, bahkan dengan bersusah payah turut menyerok tumpukan bongkahan salju di musim dingin.

Terlihat betapa bergairahnya mereka ketika memang waktunya harus bekerja. Gairah dalam bentuk kesungguhan dalam menekuni apapun jenis pekerjaan, yang mungkin tak dipandang orang walau dengan sebelah mata. Karenanya, tak terdengar ngalor-ngidul obrolan hingga jam istirahat tiba untuk sejenak melepaskan lapar dan dahaga. Berselang satu jam kemudian, mereka akan kembali sibuk menekuni pekerjaannya. Senantiasa egitu, dari waktu ke waktu.

Rutinitas mereka mungkin tidaklah istimewa. Bekerja demi memperoleh sedikit nafkah atau sekedar menghabiskan waktu luang, tentu lebih baik dari bermalas-malasan di rumah. Terlebih-lebih itu adalah pekerjaan kasar, bukan kerja kantoran yang menyenangkan dengan penyejuk atau pemanas ruangan.

Lalu mengapa mereka selalu saja bekerja seolah tak pupus oleh lelah? Bahkan bekerja bagaikan sebuah energi yang tak kunjung padam, mengalir dalam pembuluh darah serta menggerakkan jiwa dan raganya.

Sekejap akupun tepekur, kemudian mahsyuk merenung…

Dan kulihat ada gairah membara yang berpendar dari balik kerut-merut kelopak mata tua itu. Seolah sinar matanya menyiratkan pesan agar bekerjalah dengan cinta. Karena bila engkau tiada sanggup, maka tinggalkanlah. Kemudian ambil tempat di depan gapura candi untuk meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita. (Kahlil Gibran). Wallahu a’lamu bish-shawaab.
-Abu Aufa-

Catatan:
- Kokusai kouryuu kaikan: International House
- Obachan: wanita berumur, setengah tua
- Ojichan: pria berumur, setengah tua

sumber 

Kamis, 21 Februari 2013

Menjadi Seperti Yang Kita Inginkan


Menjadi Seperti Yang Kita Inginkan
Coba perhatikan sekitar Anda di kantor, adakah orang yang gemar mengeluh? Keluhannya bervariasi, mulai dari mengeluh tentang kinerja pemerintahan yang dianggapnya tidak memihak rakyat kecil, hingga tentang fasilitas kantor yang dirasa minim. Dia merasa tidak ada satu pun orang atau situasi yang mampu memuaskannya. Hati dan pikirannya seakan-akan tengah menjalankan misi untuk mengkritisi atau bahkan memperbaiki kekacauan yang tengah terjadi di muka bumi ini.
Kalau diperhatikan lagi dengan lebih seksama, jenis orang seperti ini umumnya memiliki sikap pemurung dan pesimistis. Mereka mudah dikenali, tidak hanya dari kata-katanya yang dipilih saat berbicara (negatif), tetapi juga dari mimik mukanya yang redup. Satu hal lagi, dia akan nyaman berkumpul dengan orang-orang yang punya sikap dan kebiasaan yang sama. Seperti kata pepatah - yang juga sejalan dengan hukum psikologi - bahwa "kambing akan berkumpul dengan kambing lagi". Mereka biasanya berkerumun di lorong kantor, di kantin, di dapur dan di tempat-tempat tersembunyi lainnya.
Tak seorang pun yang ingin berdekatan dengan orang yang pemurung dan pesimistis. Kita semua mencari, menyukai, dan mengagumi orang-orang yang memiliki pandangan dan wawasan yang positif dan optimistis terhadap kehidupan. Mengapa? Karena itulah yang sesungguhnya kita butuhkan. Melihat semangat yang positif seperti ini pada diri orang lain menyebabkan kita semakin menyukai mereka.
Cobalah ingat tentang seseorang dalam hidup Anda yang Anda tidak dapat berdekatan dengannya. Dalam berbagai kesempatan ia selalu mengeluh tentang sesuatu, selalu jengkel dengan seseorang, selalu menyalahkan segala sesuatu, termasuk mengeluhkan karirnya yang tidak pernah beranjak. Dia tidak menyadari kalau kebiasaannya mengeluh adalah penyebab utamanya. Anda mungkin juga pernah mendengar sebuah cerita inspirasi (Motivasi) yang menggambarkan seorang sosok yang positif dan selalu bersikap optimis.
Ceritanya seperti ini: Seorang Ibu terapung-apung di tengah lautan karena kapal yang ditumpanginya tenggelam. Tidak seperti yang lainnya, Ibu ini selalu tersenyum dengan ekspresi muka yang gembira. Orang disampingnya yang bergelayut di sebatang kayu yang sama, dengan heran bertanya; "Bu, kok kelihatannya senang, bukankah saat ini kita tengah mempertaruhkan nyawa kita ?"
Dengan santai Ibu itu menjawab; "Bagaimana tidak senang, saat ini aku dihadapkan pada dua kemungkinan. Kedua kemungkinan itu sama-sama menguntungkan buatku."
Merasa jawaban Ibu itu tidak memuaskan, orang yang disampingnya terus mendesak; "Maksud Ibu apa ya ?" "Begini, kalau aku selamat itu artinya aku akan berjumpa dengan anak-anakku di daratan sana. Kalau aku tenggelam dan meninggal, berarti aku akan berjumpa dengan suamiku yang sudah menanti di surga. Bukankah keduanya sama-sama menguntungkan ?"
Saya yakin Anda tidak pernah mengeluh, Karena Anda tahu bahwa saat kita mengeluh, saat itu pula kita sedang memperlihatkan kualitas rendah diri kita. Merujuk pada hukum tarik menarik (Law of Attraction), saat kita mengeluh perasaan akan menjadi buruk dan itu berarti kita sedang mengundang orang-orang dan situasi yang buruk hadir dalam kehidupan kita. Begitu juga sebaliknya, saat kita bersyukur perasaan kita akan terasa nyaman atau baik. Dan itu akan menarik orang-orang dan situasi yang baik pula. Dalam kehidupan nyata, kita tidak selalu bisa mengubah situasi menjadi seperti yang kita inginkan, tetapi kita selalu bisa mengubah cara pandang kita menjadi seperti yang kita inginkan. You are what you think.

Rabu, 20 Februari 2013

Ciri Ciri Pria Sukses di Masa Depan

Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.

1. Punya tujuan hidup

Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya.

Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, 'Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir.'

2. Mandiri

Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi menolong


blogger-botter.blogspot.com - Ciri Ciri Pria Sukses di Masa Depan



Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan berwawasan




Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. 'Family man'

Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki investasi

Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan lurus

Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan positif

Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata 'tidak bisa' atau 'malas deh melakukannya'. Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.
sumber

Senin, 18 Februari 2013

3 Kemampuan Yang Perlu Diasah Untuk Menjadi Profesional



Roda waktu terus bergerak, dan hidup terus menggelinding. Dalam perjalanan panjang itu kita terus menerus diminta untuk merekahkan segenap potensi dan kapabilitas. Kita terus ditagih untuk membentangkan ruang pertumbuhan agar self-competency bisa selalu bermekaran. Sebab, tanpa spirit untuk melakukan never ending self-improvement, tidakkah itu berarti kita telah membunuh asa untuk menjadi insan yang lebih sempurna?

Dan persis disitulah kita kemudian digedor pertanyaan yang bunyinya begini : adakah kompetensi kita hari ini lebih baik dibanding sebulan atau setahun silam? Adakah kompetensi kita selama ini bisa terus dibentangkan menuju titik-titik kesempurnaan? Atau sebaliknya : selama ini kompetensi kita going nowhere - redup dan kian terkoyak ditengah roda waktu yang terus bergerak?

Namun pertanyaan lain yang mungkin tak kalah penting adalah ini : kalaulah kita masih punya spirit untuk terus bergerak, untuk terus melenting, untuk terus menemukan ruang dimana kompetensi kita bisa menemukan tempat terindah agar tumbuh bermekaran; maka jenis kompetensi apa yang layak dikuasai? Kepingan kompetensi seperti apa yang mesti didekap erat agar kita bisa menjadi insan yang lebih sempurna, insan yang lebih paripurna?

Ditengah keriuhan hari Senin pagi yang mulai membuncah, ditengah tumpukan pekerjaan yang sebentar lagi mungkin akan menenggelamkan Anda – maka ijinkan saya untuk menyelipkan sekeping narasi tentang 3 jenis kompetensi yang barangkali penting untuk direnungkan. Ada begitu banyak ragam kompetensi yang mungkin harus kita kuasai; namun tiga kompetensi ini merupakan core competencies yang patut ditelisik dengan penuh kesungguhan. Inilah tiga jenis kompetensi yang barangkali akan membekali kita dalam petualangan panjang menjadi insan yang kian sempurna.

Kompetensi yang pertama adalah ini : strong need for achievement.
Gantungkan cita-citamu setinggi langit, nak. Begitu kidung yang dulu pernah kita dengar dengan penuh nada syahdu dari ibu kita. Tidak pernah orang tua kita berujar : gantungkan cita-citamu setinggi plafon rumah, nak.

Maknanya jelas : hidup kita terasa akan lebih sumringah kalau saja dalam raga ini bersemayam sejenis keteguhan untuk mengukir hasil kerja terbaik. Sebuah orientasi yang kental dengan semangat untuk merajut sebuah karya yang bermakna (meaningful achievement). Sebuah sikap untuk mempersembahkan kepingan pekerjaan yang layak diapresiasi.

Dan sungguh, orientasi semacam itu akan mendorong setiap insan untuk menghamparkan tanggungjawab dan dedikasi, kegigihan dalam bekerja, keihklasan dalam bertindak, dan spirit saling bekerjasama demi tercapainya common goals and purposes. Tidakkah lingkungan kita (kantor, organisasi, perusahaan) akan menjelma menjadi taman yang begitu indah kalau setiap insan bisa punya kompetensi semacam itu?

Kompetensi yang kedua adalah ini : learning spirit. 
Alunan ilmu terus mengalir sederas ombak di lautan, dan pengetahuan terus menetes seperti hujan di pagi hari. Lalu kalau kita tidak memiliki kegairahan untuk terus memetik sejumput ilmu, bukankah kita hanya akan menjadi manusia-manusia yang tidak relevan?

Itulah kenapa kompetensi ini begitu penting : sebab dengan semangat untuk meringkus kepingan pengetahuan yang luas membentang, benih ketrampilan dan keahlian kita bisa terus tumbuh berkembang. Itulah kenapa Anda harus terus menenggelamkan diri Anda dalam beragam aktivitas pembelajaran : ikut seminar atau pelatihan yang relevan, menjelajah pengetahuan secara online, rajin membaca buku, atau selalu bergairah untuk melakukan sharing knowledge dengan rekan sekantor.

Kompetensi yang terakhir adalah : spirituality intelligence. 
Tentu saja hidup akan lebih mulia dan indah kalau segenap pekerjaan yang kita lakukan di kantor selalu bisa ditautkan pada sejenis pengabdian kepada Sang Pemberi Pekerjaan. Inilah sebuah kompetensi yang akan terus mengajak kita untuk terus bersandar pada etika moralitas, perilaku kerja yang sarat integritas, dan juga kuyup dengan tindakan yang penuh keluhuran.

Dan itulah sejenis kompetensi yang akan terus menggandeng kita untuk tenggelam dalam aura religiusitas yang menghanyutkan dan kemuliaan hidup yang menentramkan.

Achievement orientation yang menggumpal. Learning spirit yang terus membahana. Dan semuanya dibalut dalam spirituality intelligence yang penuh keagungan. Hidup barangkali akan terasa begitu wangi kalau saja kita bisa menjalankan tiga kompetensi ini dengan penuh keteguhan.

Selasa, 12 Februari 2013

Filosofi Memanah

Alkisah, di suatu senja yang kelabu, tampak sang raja beserta rombongannya dalam perjalanan pulang ke kerajaan dari berburu di hutan. Hari itu adalah hari tersial yang sangat menjengkelkan hati karena tidak ada satu buruan pun yang berhasil dibawa pulang. Seolah-olah anak panah dan busur tidak bisa dikendalikan dengan baik seperti biasanya.
Setibanya di pinggir hutan, raja memutuskan beristirahat sejenak di rumah sederhana milik seorang pemburu yang terkenal karena kehebatannya memanah. Dengan tergopoh-gopoh, si pemburu menyambut kedatangan raja beserta rombongannya.
Setelah berbasa-basi, tiba-tiba si pemburu berkata, "Maaf baginda, sepertinya baginda sedang jengkel dan tidak bahagia. Apakah hasil buruan hari ini tidak memuaskan baginda?"

Bukannya menjawab pertanyaan, sang raja malah beranjak menghampiri sebuah busur tanpa tali yang tergeletak di sudut ruangan. "Pemburu, kenapa busurmu tidak terpasang talinya? Apakah engkau sudah tidak akan memanah lagi?" tanya sang raja dengan nada heran dan terkejut.
"Bukan begitu baginda, tali busur memang sengaja hamba lepas agar busur itu bisa ‘istirahat'. Jadi, ketika talinya hamba pasang kembali, busur itu tetap lentur untuk melontarkan anak panahnya. Karena berdasarkan pengalaman hamba, tali busur yang tegang terus menerus, tidak akan bisa dipakai untuk memanah secara optimal".
"Wah, hebat sekali pengetahuanmu! Ternyata itu rahasia kehebatan memanahmu selama ini ya," kata baginda.
"Memang, kami turun temurun adalah pemburu. Dan pelajaran seperti ini sudah ada sejak dari dulu. Untuk memaksimalkan alat berburu, kebiasaan seperti itulah yang harus hamba lakukan. Mohon maaf baginda, masih ada pelajaran lainnya yang tidak kalah penting yang biasa kami lakukan."
"Apa itu?" tanya baginda penasaran.
"Menjaga pikiran. Karena sehebat apapun busur dan anak panahnya, bila pikiran kita tidak fokus, perasaan kita tidak seirama dengan tangan, anak panah dan busur, maka hasilnya juga tidak akan maksimal untuk bisa mencapai sasaran buruan yang kita inginkan".
Mendengar penjelasan si pemburu, tampak sang raja terkesima untuk beberapa saat. Tiba-tiba tawa sang raja memenuhi ruangan. "Terima kasih sobat. Terima kasih. Hari ini rajamu mendapat pelajaran yang sangat berharga dari seorang pemburu yang hebat."
Setelah cukup beristirahat, raja pun berpamitan pulang dengan perasaan gembira. Dan timbul keyakinan, lain kali pasti akan berhasil lebih baik.
--------

Kita butuh keahlian dalam mengatur irama kerja dan saat kapan kita harus beristirahat, agar keefektivitasan kerja tetap terjaga. Dan, kemampuan (untuk) fokus dalam melakukan segala kegiatan harus mampu kita bina dan tumbuh kembangkan.
Dengan kemampuan mengunakan dua kekuatan tadi, tentu kita akan menjadi manusia yang efektif dalam menggeluti usaha dan pasti (hasilnya) akan maksimal dan memuaskan. 

Minggu, 10 Februari 2013

Hidup adalah sebuah pilihan

Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!"

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.

Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.

Bagaimana kamu dapat melakukannya?" Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya."

"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu," kata Jerry, "Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup."

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut.

Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?" Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.

"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup."

"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, " Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan mati'. Aku tahu aku harus mengambil tindakan."

"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. "Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi. 'Ya' jawabku..

Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa mereka aku katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati'."

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.
Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

Sumber : motivasi.net

Sabtu, 09 Februari 2013

Keseimbangan Hidup

Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.
Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.
"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"
Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".
Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"
Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."
Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".
"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".
Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".
==============================================
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.
Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!
Sumber : andriewongso.com

Rabu, 06 Februari 2013

18 Tips Sukses Bisnis dari Richard Branson Miliuner Dunia

Richard Branson memulai bisnis ketika umur 20 tahun, saat itu tanpa ijazah sekolah. Branson tidak melanjutkan lagi sekolahnya saat berusia 16 tahun. Saat itu ia mendirikan toko kaset dengan layanan pesan-antar, yang menjadi perusahaan rekaman dan toko musik Virgin Records. Kekayaan Branson saat ini tak hanya berasal dari toko musiknya ini, tetapi juga sekitar 200 perusahaan lain dibawah bendera perusahaan Virgin grup dengan keuntungan bersihnya yang diperkirakan mencapai 6,8 miliar dollar AS. Branson menulis sebuah buku yang berjudul " Like a Virgin: Secrets They Won’t Teach You at Business School ".



Nah berikut ini beberapa 18 tips sukses Richard Branson seperti yang dikutip di www.Businessinsider.com

Quote:
1. Jangan Mengerjakan Hal yang Tidak Kamu Sukai
Membangun bisnis dibutuhkan banyak pengorbanan, tenaga dan waktu. Pada akhirnya, kita harus membangun sesuatu yang bisa membuat kita bangga yang sepadan dengan pengorbanan kita. Kata Branson " Ketika saya memulai Virgin dari bagasi apartemen saya di London, tidak ada rencana atau strategi yang besar. Saya tidak menyangka ini akan menjadi sebuah kerjaan bisnis, membangun sebuah bisnis dari nol adalah hal yang sangat membanggakan untuk saya, membangun team work dengan orang yang penuh talenta, dan membuat sebuah perbedaaan besar dibandingkan orang lain pada umumnya"
Jadi guys, carilah passion kita dalam berbisnis, supaya kita menikmati apa yang kita kerjakan.

2. Be Visible
Branson menerima beberapa saran abadi ketika membangun Virgin Airlines dari Sir Freddie Laker, sebuah maskapai penerbangan Inggris "konglomerat."
"Pastikan Anda tampil di halaman depan dan bukan halaman belakang," kata Laker. "Anda akan harus keluar sana dan menjual diri. Jangan takut membuat diri anda terlihat bodoh, apa pun yang diperlukan. Jika tidak, Anda tidak akan bertahan hidup ". Branson selalu sering bepergian dan bertemu orang-orang sebanyak yang ia bisa. Hal ini, katanya, adalah bagaimana ia mendapat beberapa saran dan ide-ide terbaik untuk bisnisnya.

3. Nama dari Sebuah Brand Bisnis adalah Penting
Nama yang unik dan merek yang mempekerjakan Virgin adalah salah satu hal yang telah membuat perusahaan sukses. Branson memastikan bahwa 'Virgin' nama mewakili nilai tambah, pelayanan ditingkatkan, dan pendekatan, segar seksi. Branson mengatakan bahwa ia meminta semua waktu tentang asal-usul nama Virgin, kembali ketika Virgin baru saja mulai. "Suatu malam, aku sedang mengobrol dengan sekelompok gadis berusia enam belas tahun ketika minum di suatu kedai tentang nama untuk toko kaset," katanya. "Sekelompok ide bermunculan, kemudian, karena kami semua baru untuk bisnis, seseorang menyarankan Virgin. Ini berbau baru dan segar dan pada saat kata itu masih sedikit agak bersifat cabul, sehingga, berpikir itu akan menjadi perhatian orang, dan kami mulai dengan nama tersebut. "

4. Kamu Tidak Bisa Menjalankan Bisnis Tanpa Mengambil Resiko
Branson berpikir dari salah satu ucapan favoritnya ketika berbicara tentang mengambil risiko bisnis : "The brave may not live forever—but the cautious do not live at all!' yang artinya "Sang Pemberani tidak akan hidup selamanya, tetapi Orang yang selalu berhati-hati tidak hidup sama sekali. good quote!
Setiap bisnis melibatkan risiko. Bersiaplah untuk mendapatkan knocked down, kata Branson, tapi sukses jarang datang dari bermain aman. Anda mungkin gagal, tetapi Branson juga berani untuk menunjukkan bahwa "tidak ada hal seperti gagal total."

5. The first impression is everything. So is the second.
Kesan pertama yang Anda buat pada pelanggan mungkin akan ketika Anda mendapatkan mereka. Kesan pertama sangat penting, kata Branson, tapi yang kedua adalah sama pentingnya. Kedua kalinya pelanggan biasanya menghubungi Virgin, itu karena dia sedang mengalami masalah dengan produk atau jasa. Bagaimana Anda menampilkan diri dan merek Anda dalam situasi ini mengatakan banyak tentang bagaimana merek Anda mempertahankan hubungan pelanggan yang baik dan rintangan menangani.

6. Kesempurnaan Tidak Dapat Dicapai
"Ada bahaya yang melekat dalam membiarkan orang berpikir bahwa mereka telah menyempurnakan sesuatu," kata Branson. "Ketika mereka percaya bahwa mereka telah 'dipaku itu, kebanyakan orang cenderung untuk duduk kembali dan beristirahat di capai mereka sementara yang lain yang tak terhitung jumlahnya akan bekerja mati-matian untuk memperbaiki pekerjaan mereka!" Untuk alasan ini, Branson tidak pernah memberi orang review yang sempurna 100% dari pekerjaan mereka. Dia percaya bahwa tidak peduli seberapa "cemerlangnya" sesuatu, selalu ada ruang untuk perbaikan.

7. The customer is always right, most of the time.
Pelanggan selalu benar ... kecuali mereka salah. Setelah semua, mereka hanya manusia juga. Pendapat pelanggan Anda 'adalah penting, tapi "Anda tidak harus membangun sistem layanan pelanggan Anda pada organisasi yang tidak akan pernah mempertanyakan keinginan klien Anda," kata Branson. Branson memperingatkan bahwa banyak pengusaha berpikir jika mereka menyediakan layanan 'pelanggan-adalah-selalu-benar' bahwa itu akan meningkatkan bisnis mereka. Ini hanya kadang-kadang benar. Hati-hati untuk tidak merusak hubungan dengan pelanggan atau staf dengan kebijakan layanan pelanggan Anda.

8. Definisikan Brand Kita
Ketika datang untuk mendefinisikan merek Anda, Branson menyarankan pengusaha untuk melakukan kebalikan dari apa yang ia lakukan dengan Virgin, yang menyebar di seluruh tempat. Dan sementara memang benar bahwa cabang Virgin ke berbagai industri, Branson mengatakan perusahaan sebenarnya cukup terfokus pada satu hal: ". Menemukan cara baru untuk membantu orang memiliki waktu yang baik" Tetaplah fokus pada apa yang Anda ketahui. Karena jika Anda tidak mendefinisikan merek Anda, maka pesaing Anda yang akan melakukannya.

9. Jelajahi wilayah yang belum dipetakan.
Branson membandingkan menjelajahi wilayah baru dalam bisnis untuk menjelajahi wilayah baru dalam ilmu atau geografi. "Kami akan menemukan spesies baru dan lebih memahami make-up yang mendalam untuk tingkat perairan," kata Branson. Terjemahan Bisnis: Masih banyak hal di luar sana yang belum ditemukan, diciptakan, dicapai. Menjelajahi daerah kecil-atau belum dipetakan dapat memicu ide-ide baru dan inovasi.

10. Beware the "us vs. them" environment.
Sebuah tempat kerja harus menjadi salah satu di mana bos dan karyawan nya berkomunikasi dengan baik dan bekerja sama menuju tujuan yang sama. "Jika karyawan tidak menghubungkan diri dengan perusahaan mereka dengan menggunakan 'kita', itu adalah tanda bahwa orang-orang atas dan ke bawah rantai komando tidak berkomunikasi," kata Branson.
Jika Anda berpikir mungkin ada perbedaan atau ketegangan antara karyawan dan manajemen, Branson menyarankan untuk memeriksa dengan manajemen menengah pertama yang mencoba untuk mengungkap sumber masalah dan mengatasinya.

11. Membangun Zona Kenyamanan Untuk Perusahaan
Karyawan harus merasa bebas dan didorong untuk secara terbuka mengekspresikan diri tanpa batas-batas kaku sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dan membuat keputusan yang berdampak baik untuk perusahaan. "Ini mungkin terdengar seperti kebenarannya," dimulai Branson, "Dibutuhkan tenaga kerja yang terlibat, termotivasi dan berkomitmen untuk memberikan produk atau layanan berkelas dan membangun sebuah perusahaan, sukses yang berkelanjutan."

12. Not everyone is suited to be CEO.
Seorang manajer harus menjadi seseorang yang "membawa solusi yang terbaik pada orang," membantu orang yang berkomunikasi dengan baik dengan orang lain dan karyawan belajar dari kesalahan bukan mengkritik mereka untuk itu. Tidak semua orang melakukan hal ini dengan baik, dan tidak apa-apa. Pendiri dapat tetapi tidak harus menjadi CEO, jika cocok maka dia harus tahu kapan untuk memerikan peran tersebut pada orang lain yang cocok.

13. Mencari Pendapat Kedua, Carilah yang Ketiga
Branson mengatakan Anda harus belajar untuk menjadi pendengar yang baik agar sukses, dan itu berarti "kumpulkanlah sebanyak ide yang ada pada orang lain sebelum pada akhirnya kita tentukan yang terbaik" Dalam bisnis, mencari berbagai pendapat "dapat menghemat banyak waktu dan uang," kata Branson. "Jangan memberitahu orang-orang tentang saran orang lain sampai Anda pernah mendengar apa yang mereka katakan."

14. Berpisahlah Dengan Partner Bisnis Yang Tidak Berhasil Dengan Damai
Berpartner dengan orang lain, baik itu teman atau pasangan, tidak selalu berhasil. Jika hal ini terjadi, pengusaha sukses tahu kapan untuk berpisah.
Tapi hanya karena Anda memutuskan untuk pergi ke arah lain tidak berarti hal-hal yang harus berakhir buruk, terutama dengan teman, kata Branson. Menangani masalah dengan cepat dan kepala dingin, dan mengakhiri hubungan yang sedamai mungkin.

15. Angkatlah Telepon
Jangan terlalu mengandalkan teks atau email ketika Anda harus menelepon. "Kualitas komunikasi bisnis telah menjadi miskin dalam beberapa tahun terakhir sebagai orang menghindari panggilan telepon dan tatap muka pertemuan". Masalah akan lebih sulit untuk diselesaikan dengan teks atau email, dan "tidak ada yang efisien tentang memungkinkan masalah kecil semakin rumit," kata Branson, ketika itu bisa saja dengan mudah ditangani dengan panggilan telepon.




sumber

Sabtu, 02 Februari 2013

Arti Sebuah Kesempurnaan

Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju.

Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani,”Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”

Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,”Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,”inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna.”

Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya “Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?”"
Petani menjawab,” Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan…..”


Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.
 

Jumat, 25 Januari 2013

10 Hal Yang Tidak Akan Anda Dapatkan Di Sekolah

Bill Gates pernah memberikan sebuah ceramah di salah satu SMA di Amerika Serikat mengenai 10 nasehat yang tidak pernah didapati atau tidak akan pernah diajarkan di sekolah.

Nasehat 1 :
Kehidupan itu tidak akan pernah adil – Biasakan dirimu!
 
Nasehat 2 :
Dunia tidak akan yang peduli perasaanmu tentang kehebatanmu. Dunia menunggu kemampuan dirimu menyelesaikan sesuatu sampai akhir, bukan menunggu perasaanmu.

Nasehat 3:
Jika kamu merasa gurumu keras terhadapmu, tunggulah nanti kalau kamu suatu hari berhadapan dengan bos atau majikanmu.

Nasehat 4:
Kerja rendahan setamat SMA bukanlah hal yang merendahkan martabat. Orang bijak menyebutnya kesempatan.

Nasehat 5:
Kalau kamu yang salah, jangan salahkan orang tuamu. Kamu seharusnya belajar dari mereka mengapa kamu salah.

Nasehat 6:
Sebelum kamu lahir, orang tuamu tidak seletih seperti sekarang. Mereka begitu karena terus mencari jalan membayar tagihan-tagihan sekolahmu, makan, minum, dsb. Jadi, sebelum kamu bermimpi-mimpi untuk ikut mode, sok gaul, sok eksis, dsb , coba bantulah mereka membersihkan toilet atau merapikan tempat tidur.

Nasehat 7:
Di sekolah mungkin kamu dikasih kesempatan baru untuk memperbaiki nilaimu, atau kamu akan lulus suatu hari jika kamu bisa menyelesaikan ujian dengan benar. Didunia nyata, kamu suatu hari akan berhadapan dengan kenyataan bahwa kamu itu pemenang atau pecundang.

Nasehat 8:
Hidup nyata yang kamu hadapi kelak tidak akan terbagi dalam semester atau liburan semester. Bos kamu tidak akan tertarik membantumu mencari JATI DIRI.

Nasehat 9:
Apa yang ditunjukkan telivisi tidaklah nyata. Dalam kehidupan nyata, seseorang harus mencari pekerjaan, bekerja, dan membayar tagihan-tagihan rumah.

Nasehat 10:
Jangan suka mengolok-olok si kutu buku karena suatu hari mungkin kamu bekerja sama dalam kehidupan nyata dengan salah satu dari mereka.
sumber 

Senin, 21 Januari 2013

Pangkas Pikiran Negatif

Foto by richprosperity.com

Alkisah ada seorang pemuda yang bekerja sebagai prajurit dan mempunyai seorang kekasih yang begitu cantik rupanya. Hari-harinya tidak asing dengan segala peralatan dan senjata perang. Suatu hari ia pergi bersama kawan-kawannya ke medan perang untuk menjalani tugas. Saat ia tengah menjalani tugasnya, pemuda tersebut mengalami kejadian naas. Kakinya terputus terkena bom perang. Ketika mengetahui bahwa kaki sebelah kirinya telah di amputasi akibat kejadian tersebut, pemuda itu dilanda rasa minder dan merasa bahwa ia tak pantas lagi menjadi kekasih dari perempuan yang begitu cantik.

Dengan terpaksa ia meminta kepada teman satu pekerjaannya untuk memberitahu pada kekasihnya bahwa ia telah gugur di medan perang. Setelah kejadian itu, pemuda tersebut malah merasa tambah putus asa. Hingga pada suatu hari, ia mendapat kabar bahwa kekasihnya akan menikah. Betapa terkejutnya ia pada saat itu. Pemuda itu pun memutuskan untuk datang diam-diam ke pesta pernikahan mantan kekasihnya. Sebenarnya pemuda tersebut senang melihat perempuan yang dicintainya hidup bahagia, tapi di sisi lain ia juga sedih karena harus menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi bersama wanita itu. Perlahan, rasa penasaran timbul dihatinya  untuk melihat siapa calon suami dari mantan kekasihnya itu.
Dan… Ia begitu terkejut tatkala mengetahui bahwa lelaki yang bediri di atas pelaminan bersama mantan kekasihnya adalah rekan seperjuangannya yang mengalami cacat di kedua kakinya sewaktu perang dulu. Rasa penyesalan pun tiba-tiba menusuk relung hati pemuda itu. Ia menyesal kenapa dulu ia tak menemui kekasihnya dan menanyakannya secara langsung.
Well, kisah tadi menegaskan kita kalau seharusnya kita memikirkan kemungkinan terbaik. Karena apa yang terjadi di waktu yang akan datang, tak ada yang mengetahuinya sama sekali dan mungkin jauh lebih baik dari yang kita fikirkan. Tidak ada ruginya berpikiran positif. Dan perlu di ketahui, berfikiran negatif itu sama sekali tidak menguntungkan,  karena pikiran negatif memberi banyak dampak buruk. Ketika kita berfikiran negatif, itu berarti kita sedang melemahkan sistem kekebalan tubuh, menyebabkan seseorang tertekan dan kehilangan banyak energi, juga mengakibatkan seseorang tak lagi mampu untuk menciptakan prestasi maupun kebahagiaan.
Jadi, masih mau berfikiran negatif?


sumber :http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/pangkas-pikiran-negatif/