Minggu, 27 Oktober 2013

CARA MEMBUAT PROPOSAL USAHA (LENGKAP)

Image

Cara membuat proposal usaha atau proposal bisnis adalah sebagai berikut. Yang harus tercantum di sebuah proposal usaha atau proposal bisnis adalah :
  1. Hasil studi kelayakan usaha
  2. Kebutuhan investasi atau modal
  3. Biaya operasional
  4. Neraca awal yang berisi enstimasi pendapatan margin, baya operasional, dan keuntungan.
  5. Strategi bisnis
Bagi anda yang ingin membuka suatu usaha namun memiliki kendala modal maka sebaiknya membuat proposal usaha untuk ditawarkan kepada investor atau penyandang modal, pihak bank atau lembaga keuangan. Keuntungan yang diperoleh jika anda mampu menyusun proposal adalah:
  • Incestor atau bank mampu memahami dengan baik usulan usaha yang ditawarkan
  • Investor atau bank dapat memberikan penyertaan modal atau pinjaman yang diperlukan.
  • Memperoleh kesempatan mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar
  • Mendapatkan calon relasi usaha yang lebh luas
Berikut adalah susunan suatu proposal usaha pada umumnya
1. Judul proposal
2. Ringkasan Proposal Usaha
Pada dasarnya merupakan ringskasan gambaran proposal usaha. Biasanya investor atau bahkan pihak bank, sebelum emmbaca secara lengkap  mengenai proposal usaha yang di tawarkan, pertama ingin mengetahui terlebih dahulu dengan cepat mengenai prospek usaha. Jika mereka tertarik, maka akan membaca secara lengkap proposal usaha yang kita ajukan. Namun bila tidak tertarik, apada umunya calon investor atau bank, kemungkinan besar akan menolak usulan usaha tersebut
3. Analisis Permintaan-Penawaran dan Persaingan Usaha
Kelangsungan suatu kegiatan usaha bergantunga kepada adanya kebutuhan atau permingatan atas barang dan jasa. Untuk mengetahui kebutuhan konsumen atau permintaan, diperlukan survei atau observasi(pengamatan). Survey dimaksudkan untuk mengumpulkan data atau informasi di lapangan yang berhubungan dnegan bidang usaha yang akan dijalankan, sehingga ditemuikan hal0hal yang memungkinkan tumbuh berkembangnya kegiatan ekonomi baru. Berikut contoh pengumpulan data untuk membuka suatu jenis usaha di suatu lingkungan perumahan tertentu.
Misalkan kita ingin memmbuka toko kebutuhan barang sehari-har, maka sebaiknya dilakukan pengumpulan data untuk melakukan perhitungan-perhitungan sebagai berikut :
    • Jumlah KK 500
    • Pendapatan rata-rata per bulan per KK Rp 1.000.000,-
    • Prosentase biaya hidup dibandingkan pendapatan adalah 80 % atau Rp 800.000,-
    • Rata-rata biaya hidup utama (beras, lauk pauk, sandang dll) adalah 60 % dari total biaya hidup 0,6 x Rp 800.000,- = Rp 480.000,-
    • Pendapatan yang dibelanjakan di lingkungan sendiri adalah 25 % dari hidup utama atau 25% x Rp 480.00= Rp 120.000,-
Data itu menghasilkan kemungkinan belanja di lingkungan sendiri misalnya 40 % kepada pedagang keliling (laukpauk) adn sisanya 60 % ke toko kebutuhan hidup sehari-hari atau sebsar rp 72.000,- karena itu,potensi permintaan kebutuhan hidup utama sehari-hari dapat dipernuhi melalui belanja toko adalah Rp 72.000,- per KK per bulan. Selain itu,Perlu pula pengamatat atas kedua toko yang ada di kawasan tersebut dengan mengetahui besarnya nilai dagangan kemampuan jual serta karakter pembeli (misalnya barang yang laku dan kurang laku). Jika hasilnya menunjukkan hanya sebagian kecil potensi permitaan yang telah digarap atau kita yakin bahwa kita dapat bersaing dengan toko ang sudah ada, maka masih terdapat peluang membuka usaha baru yang menjual kebutuhan hidup sehari-hari.
4. Aspek Produksi
Apabila dalam usulan usaha terdapat kegiatan memproduksi suatu jenis barang maka dalam proposal tersebut sebaiknya dijelaskan mengenai teknologi yang diterapkan, mesin dan peralatan serta spesifikasi harga. Juga sebaiknya dijelaskan proses produksi secara singkat, bagan dan arus produksi, kapasitas produksi yang direncanakan, rencana produksi dan karyawan yang dibutuhkan. Penting juga dijelaskan mengenai bahan baku dan bahan pembantu untuk memproduksi barang tersebut. Penjelasan tersebut dapat mengacu kepada :
  • Sumber dan ketersediaan bahan baku dan bahan penolong.
  • Mudah tidaknya pengadaan bahan baku dan bahan pembantu
  • Volume bahan baku dan bahan penolong yang diperlukan sesuai dengan rencana produksi
  • Sistem pembelian bahan baku apakah tunai atau kredit.
Hal yang perlu diterangkan, adalah lokasi usaha, bisa dengan cara membuat gambar peta lokasi usaha secara kasar, termasuk status kepemilikannya
5. Rencana Pemasaran
Apabila ingin membuat rencana pemasaran maka hal terpenting yang harus dijelaskan minimal mencakup 4 aspek meliputi produk yang akan dibuat atau dijual, harga berapa produk tersebut akan dijual, promosi yang akan dilakukan dan di mana serta ke mana produk tersebut akan dipasarkan atau sering disebutdengan istilah saluran distribusi. Rencana pemasaran dalam jargon pemasaran dikenal sebagai Marketing Mix (Bauran Pemasaran) yang terdiri dari 4 P: Product, Price, Promotion dan Place.
6. Rencana Keuangan
Proyeksi atau rencana keuangan umumnya dibuat dalam jangka waktu 5 tahun dengan periode tahunan atau minimal setahun dengan periode bulanan. Jadi misalkan proyeksi keuangan 5 tahun maka sebaiknya dibuat proyeksi keuangan tahun ke 1sampai dengan tahun ke 5. Apabila proyeksi keunagan cuma setahun maka dibuat proyeksi bulanan yaitu dari bulan Januari sampai Desember.Rencana atau proyeksi keuangan minimal terdiri dari :
  • Proyeksi laba rugi
  • Proyeksi neraca
  • Proyeksi arus kas (sumber dan penggunaan dana)
Dalam membuat rencana atau proyeksi keuangan maka yang perlu diperhatikanadalah membuat asumsi-asumsi yang bersifat realistik sebagai dasar pembuatan proyeksi atau rencana keuangan. Didasarkan atas asumsi-asumsi yang realitik danwajar maka proposal usaha dapat memberikan gambaran kepada calon investor tentang kemungkinan laba dan risiko yang mungkin terjadi apabila asumsi penjulan dan asumsi biaya tidak tercapai. Asumsi-asumsi yang penting untuk dilakukan adalah :
I.  Asumsi produksi.
  • Jam dan hari produksi (per hari, per minggu, per bulan, dan per tahun)
  • Kapasitas produksi (per jam, per minggu, per bulan dan per tahun)
  • Berapa produksi barang yang dihasilkan (harian, mingguan, bulanan, tahunan)
II. Asumsi Penjualan.
  • Hari penjualan (dalam seminggu, dalam sebulan dan dalam setahun)
  • Harga jual barang atau jasa (per unit, per lusin, per boks dan lain-lain)
  • Penjualan pada saat awal periode penjualan (minggu pertama, bulan pertama,tahun pertama)
  • Pertumbuhan penjualan dalam periode tertentu (mingguan, bulanan, tahunan)
III. Asumsi Biaya.
  • Biaya produksi langsung
  • Biaya bahan baku
  • Biaya bahan penolong
  • Biaya tenaga kerja
  • Biaya administrasif
  • Biaya penjualan
  • Biaya bunga pinjaman
  • Biaya lain-lain
Berdasarkan rencana atau proyeksi keuangan yang dibuat berdasarkanasumsi-asumsi yang realitis tersebut maka sebagai kesimpulannya dapat dihitungdan disajikan beberapa evaluasi keuangan. Evaluasi keuangan dapat menggunakan beberapa parameter finansial dasar yang umum disukai dalam menentukan layak tidaknya suatu proyek usaha untuk dijalankan atau tingkat profitabilitas suatu usaha. Parameter-parameter tersebut adalah :
a) Net present value (NPV)
b) Internal rate of return (IRR)
c) Return on investment (ROI)
d) Payback periode (PP)
7. Lampiran
Informasi tambahan lain yang mendukung dan penting, dapat disertakan dalamlampiran proposal usaha seperti :
  • Struktur Organisasi dan manajemen.
  • Jaminan, khususnya bila kita ingin meminjam dari bank tentunya diperlukan jaminan, sehingga apabila kita memiliki asset yang dapat dijaminkan maka dapatdicantumkan wujud jaminannya seperti tanah dan bangunan, mesin serta jaminanlain.
  • Gambar-gambar atau foto-foto pendukung.
  • Fotokopi dokumen-dokumen resmi perusahaan seperti: SIUP, TDP, NPWP, AktaPendirian.
  • Hal lain yang perlu ditambahkan
source

0 komentar:

Posting Komentar